Rabu, 13 Oktober 2010

Mengenal IUD / AKDR

IUD (Intra Uterine Device) atau AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) adalah alat kontrasepsi yang dipasang di dalam rahim terbuat  dari rangka plastik yang lentur dan benang dengan tembaga atau hormon progestin. 




Jenis IUD
Jenis dari IUD ini bermacam-macam, paling umum dulu dikenal dengan nama spiral. Jenis-jenis dari IUD tersebut dapat terlihat pada gambar di bawah ini :


IUD'sa. Lippes-Loop
b. Saf-T-Coil


c. Dana-Super
d. Copper-T (Gyne-T)
e. Copper-7 (Gravigard)
f. Multiload
g. Progesterone IUD



Dari berbagai jenis IUD di atas, saat ini yang umum beredar dipakai di Indonesia ada 3 macam jenis yaitu :

  • IUD Copper T, terbentuk dari rangka plastik yang lentur dan tembaga yang berada pada kedua lengan IUD dan batang IUD. Bentuk IUD Copper T sebagai berikut : 
 

  • IUD Nova T, terbentuk dari rangka plastik dan tembaga. Pada ujung lengan IUD bentuknya agak melengkung tanpa ada tembaga, tembaga hanya ada pada batang IUD. Gambar IUD Nova T :



  • IUD Mirena, terbentuk dari rangka plastik yang dikelilingi oleh silinder pelepas hormon Levonolgestrel (hormon progesteron) sehingga IUD ini dapat dipakai oleh ibu menyusui karena tidak menghambat ASI. Bentuknya seperti ini :
  


Cara Kerja IUD
  • Cara kerja utama mencegah sperma bertemu sel telur
  • Mencegah implantasi / tertanamnya sel telur dalam rahim
  • Untuk IUD Mirena ada tambahan cara kerjanya yaitu mengentalkan lendir rahim karena pengaruh hormon Levonolgestrel yang dilepaskannya.
Keuntungan IUD
  • sebagai kontrasepsi, efektivitasnya tinggi ( 1 kegagalan dalam 125-170 kehamilan)
  • dapat efektif segera setelah pemasangan
  • metode jangka panjang ( IUD Copper T 380 A bekerja hingga 10 tahun; IUD Nova T hingga 5 tahun dan IUD Mirena 1 tahun)
  • tidak tergantung pada daya ingat
  • tidak mempengaruhi hubungan seksual
  • tidak mempengaruhi hubungan seksual
  • tidak ada interaksi dengan obat-obatan
  • membantu mencegah kehamilan di luar kandungan (kehamilan ektopik)
  • untuk IUD selain IUD Mirena tidak ada efek samping hormonal seperti kenaikan berat badan, flek pada kulit, flek di antara haid (spotting) dll
Efek Samping
  • setelah pemasangan, kram dapat terjadi dalam beberapa hari
  • perubahan siklus haid (umumnya pada 3 bulan pertama dan akan berkurang setelah 3 bulan)
  • haid lebih lama dan lebih banyak
  • perdarahan di antara haid (spotting)
  • saat haid akan terasa nyeri
Yang dapat memakain IUD / AKDR
  • usia reproduktif
  • keadaan nulipara (yang belum mempunyai anak)
  • menginginkan kontrasepsi jangka panjang
  • menyusui
  • setelah mengalami keguguran dan tidak terlihat adanya infeksi
  • risiko rendah IMS
  • tidak menghendaki metode kontrasepsi hormonal
Yang tidak bisa memakai IUD / AKDR
  • kemungkinan hamil
  • baru saja melahirkan (2-28 hari pasca melahirkan), pemasangan IUD hanya boleh dilakukan sebelum 48 jam dan setelah 4 minggu pasca persalinan
  • memiliki risiko IMS (termasuk HIV), yang berisiko terinfeksi IMS/HIV yaitu :
    • yang mempunyai lebih lebih dari 1 pasangan tidak selalu memakai kondom
    • yang memiliki pasangan dengan HIV/IMS dan tidak selalu memakai kondom
    • memakai jarum suntik bersama, atau pasangan memakai jarum suntik (hanya untuk HIV tetapi tidak untuk IMS)
  • perdarahan vagina yang tidak diketahui
  • sedang menderita infeksi alat genital
  • tiga bulan terakhir sedang mengalami atau sering menderita Penyakit Radang Panggul atau Infeksi setelah keguguran
Kapan bisa dipasang IUD / AKDR ?
  • kapan saja dalam siklus haid selama yakin tidak hamil
  • pemasangan setelah persalinan :
    • boleh dipasang dalam waktu 48 jam setelah eprsalinan
    • dapat pula dipasang setelah 4  minggu pasca persalinan, dengan dipastikan tidak hamil
    • antara 48 jam sampai 4 minggu pasca persalinan, tunda pemasangan, gunakan metode kontrasepsi yang lain
  • setelah keguguran atau aborsi :
    • jika mengalami keguguran dalam 7 hari terakhir, boleh dipasang jika tidak ada infeksi. Jika keguguran lebih dari 7 hari terakhir, boleh dipasang jika dipastikan tidak hamil
    • jika terjadi infeksi, boleh dipasang 3 bulan setelah sembuh. Pakai metode kontrasepsi yang lain.
  • jika ganti dari  metode yang lain :
    • jika telah memakai metode lain dengan benar atau tidak bersenggama sejak haid terakhir, AKDR boleh dipasang. (Tidak hanya selama haid, termasuk melakukan MAL dengan benar)
Yang perlu diingat!
  • jenis AKDR yang dipakai
  • waktu untuk melepas AKDR
  • perubahan menstruasi dan kram adalah hal biasa : datang kembali ke tenaga kesehatan jika mengganggu
  • kembali dalam 3-6 minggu, atau setelah masa haid berikutnya untuk pemeriksaan
  • temui bidan / tenaga kesehatan jika :
    • terlambat haid, atau merasa hamil
    • mungkin terinfeksi IMS atau HIV
    • benang AKDR berubah panjang atau hilang
    • sangat nyeri pada bagian bawah perut
Bagaimana cara memeriksa benang IUD :
  • datang ke tenaga kesehatan
  • memeriksa sendiri dengan cara :
    • cuci tangan
    • duduk dalam posisi jongkok
    • masukan jari ke dalam vagina dan rasakan benang di mulut rahim
    • cuci tangan setelah selesai
(Sumber : Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi, 2003 & Alat Bantu Pengambil Keputusan dalam Ber-KB, 2005)

30 komentar:

  1. pada saat rasa nyeri di bawah perut muncul, apa kita boleh memijat ringan ? Thx b 4

    BalasHapus
  2. Untuk pipin, memijat ringannya seperti apa dulu klo seperti mengelus tidak apa-apa. Tapi perlu dikaji, nyeri di bawah perutnya ini muncul pada hari ke berapa setelah pemasangan IUD? Klo diawal memamg merupakan efeksamping yang akan hilang dalam bebrapa hari tapi klo nyerinya terus berlanjut dan membuat tidak nyaman sebaiknya kembali ke tenaga kesehatan yang memasangnya. Terimakasih.

    BalasHapus
  3. saya rencana mau tambah momongan, IUD sudah dilepas, tapi pada saat melepas IUD, benang IUD nya sudah tidak ada lagi. Tidak tau sudah terlepas dgn sendirinya atau hilang kemana. Apakah itu berbahaya? Menurut bidan, tidak berbahaya karena benang tsb hanya terbuat dari nilon. Mohon penjelasannya
    Terimakasih.

    BalasHapus
  4. Maaf baru dibls... Insya Alloh memang tidak berbahaya. Pandangan tidak berbahayanya ini tidak hanya dilihat dari bahannya tapi dilihat dari tempat benang itu berada. Tempat benang IUD kan ada di dalam vagina tapi di luar rahim,klopun lepas kemungkinan besar pasti keluar dari vagina karena terbawa pada saat menstruasi atau pada saat berhubungan intim. Untuk masuk ke dalam rahim kemungkinan sangat kecil karena sifat dari benangnya itu yg halus yg tidak mungkin dapat masuk sendiri ke dalam rahim.
    Demikian yang dapat saya jelaskan, semoga dapat dipahami. Apabila ada pertanyaan menyusul silakan tuliskan lagi. Terima kasih.

    BalasHapus
  5. saya sudah memakai spiral selama 8 tahun, dan saya tidak pernah periksa, tapi waktu saya papsmear, bidan yang mengambil cairan saya waktu saya tanyakan letaknya alat KB tersebut masih bagus, apakah ada masa kadaluarsa spiral? dan apa efek sampingnya kalau alat tersebut sudah kadaluarsa? trims

    BalasHapus
  6. Sebelumnya saya ingin tanyakan jenis spiral yang anda gunakan apakah benar2 jenis spiral atau IUD Copper T yang terkadang masih dibilang spiral. Klo ternyata anda menggunakan IUD Copper T, batas waktu kontrasepsinya 10 tahun. Efek samping kalau alat tersebut kadaluarsa tidak dirasakan secara langsung, maksudnya wanita yg telah menggunakan IUD lebih dari waktunya tidak merasakan apa-apa tapi perlu diwaspadai karena dari banyak kejadian, para wanita yang melepas IUD melebihi batas waktunya, ketika IUD dilepas terjadi perlengketan dari IUD tersebut atau IUDnya menjadi rapuh sehingga yang seharusnya pengeluaran IUD itu mudah, karena terjadi perlengketan dan atau tertinggalnya sebagian badan IUD di rahim karena sudah rapuh maka proses pengeluarannya menjadi agak sulit.
    Demikian yg bisa saya jelaskan. Apabila ada pertanyaan lagi silakan tulisakan kembali.
    Terima kasih :)

    BalasHapus
  7. kak, posting dong tentang kontrasepsi hormonal (suntik) dan implan.
    trus, saya mau tanya, tmen saya sudah menikah, dy pakai kontrasepsi suntik 1 bln, lalu dua minggu kemudian, dy mengalami menstruasi.
    setelah itu, dua minggu lagi, dy mengalami menstruasi lagi. pada bulan berikutnya, dy berhenti ber-KB suntik tsb.
    setelah berhenti pun, tetap saja menstruasinya datang 2 minggu sekali, dan menstruasinya seperti flek2 berwarna kecoklatan brcmpur bercak2 darah sedikit.
    mengapa seperti bisa seperti itu ya, kak??
    dan apa penyebabnya??
    lalu mengatasinya bagaimana, kak??
    terimakasih...

    BalasHapus
  8. @Risca Frramesty: udah dibalas ya say lewat inbox fb =)

    BalasHapus
  9. saya juga mau tanya niih, tgl 4 okt saya pasang IUD, lalu Tgl 8 Okt saya mengalami flek, dan 2 hari berikutnya saya dapat haiid sampai Tgl 9 November, terakhir saya periksa, benang IUD masih bisa saya temukan, tetapi ketika malam hari setelah berhubungan dengan suami,, saya periksa lagi benangnya tidak teraba,, apakah benangnya hilang atau IUD nya terlepas,, tapi saya cari tidak ada diluar,, mohon penjelasannya karena saya kurang paham,,tirmz

    BalasHapus
  10. @ ema@cantik, periksa benang setelah berhubungan itu di tgl 9 nov nya jg bukan? biasanya hubungan suami istri tidak akan merubah posisi IUD apalagi sampai melepaskannya, kecuali klo hubungannya "over movement" tp itupun sangat jarang terjadi.
    paling sering IUD terlepas pada saat haid, apabila setelah dicari diluar tidak ada dan kemungkinannya terlepas, bisa saja iud menempel di gumpalan darah haid atau ikut terbuang pada saat kencing (bukan keluar dr saluran kencing tp pd saat kencing biasanya ada darah yg ikut keluar). Sementara ini apabila benangnya masih belum teraba, apabila akan berhubungan lagi lebih baik memakai 'pengaman' yg lain.
    Untuk lebih pasti dalam meyakinkan lepas atau tidaknya sebaiknya dilakukan USG. demikian semoga membantu. ^^

    BalasHapus
  11. oh,, gtu ya,,tgl 9 itu terakhir haid,tgl 10 dah gx ada darah haid atau sudah bersih tgl 11 malamnya berhubungan dengan suami, katanya ada yang mengganjal, saya periksa masih teraba benangnya,,tapi dicoba hubungan lagi lama-lama tidak terasa kasar, hanya "mentok" kata suami saya,, selesai hubungan saya cek benangnya tidak teraba,,tgl 13 sya hubungan lagi sebelumnya saya cek tetap tidak teraba benangnya, tapi kata suami saya tetap terasa "mentok" itu gmna ya???
    apa mungkin benangnya masuk?
    dan setelah hubungan tadi pagi keluar seperti lendir bening tapi diujungnya ada bercak darah,,gx lama kemudian ada tetesan darah segar,,

    BalasHapus
  12. halo mbakk.. mau tanya.. kalo setelah dicek, dan benang ga ada.. untuk mengeluarkannya kira2 mesti gimana? karena ada rencana pengen nambah momongan lagi.. tetapi stelah kemaren periksa itu.. dokternya agak kesulitan untuk mengeluarkannya, dan disarankan untuk datang kembali bulan depan. ketika mens sedang byk2nya. pdhl kemaren itu hari ke 4 ketika mens sedang banyak2nya..

    BalasHapus
  13. Gimana sih rasanya benang iud itu kalo diperiksa sendiri?
    Terus, saya dua minggu yang lalu pasang IUD, setelah 1 minggu digunakan berhubungan badan. Sampai sekarang masih pendarahan, normalkah?

    BalasHapus
  14. @em@cantik mohon maf sekali saya baru bisa bales karena berhubungan dengan kegiatan full time mommy saat ini jd agak susah buka blog, buka di smartphone sy blm ada aplikasi blogspot ini.
    Maaf sy kurang mengerti dgn perasaan "mentok" yg dirasakan suami mba. Tp untuk kemungkinan benang masuk memang bisa jadi terjadi, misalnya benang itu cukup pendek trus karena ada dorongan yg kuat dan terus menerus maka akhirnya masuk ke mulut rahim. Klo menurut sy selama yakin tidak menemukan alat IUD di luar, misal yakin tidak terbuang saat kencing, atau setelah berhubungan IUD nya jd keluar Insya Alloh IUD masih ada dalam rahim. Dan selama tidak ada rasa nyeri berlebih Insya Alloh posisi IUDnya tidak bergeser secara tidak normal.
    Untuk keluarnya darah segar itu ya bisa jadi karena ada benang yang masuk ke mulut rahim dan karena adanya pergerakan dari hubungan badan maka ujung benang itu melukai dindingnya. (ini asumsinya apabila benang rahimnya masuk ya mba). Tapi tetap sy saranakan biar mba lebih tenang dan pasti cek USG aja.
    Demikian mba semoga membantu. ^_^

    BalasHapus
  15. @ nova openg mohon maaf sekali ya mba nova baru bisa sy tanggapi sekarang alasannya sama seperti pd @em@cantik.
    Mba nova, cara mengeluarkan IUD yang tidak teraba benangnya adalah dengan menggunakan alat yg bernama aligator. Alat ini akan masuk ke rahim mba melalui mulut rahim. Nah maksud dokter anda menyarankan kembali pada saat mens itu agar mengurangi rasa ketidaknyamanan yang akan dirasakan oleh mba, karena pada saat menstruasi ini otot2 pada rahim akan mengalami pelunakan dan mulut rahimpun akan sedikit membuka sehingga akan memudahkan suatu tindakan yang tentu saja mengurangi rasa tidak nyaman yg dirasakan oleh klien. Begitu mba semoga membantu. maaf ya baru dibales pasti sekarang IUD nya udh dilepas ;).

    BalasHapus
  16. @ Gia Hernawan, mohon maaf sekali mba baru bisa nanggapi alasennya sama ya kyk di atas ;).
    Rasanya benang IUD klo diperiksa sendiri ya sama kyk qt ngerasain pd saat ada benang di jari qt :)
    Udah dikasih tau kan sm nakesnya cara meriksa sendiri?
    iya itu masih normal sayang, perdarahan itu ada yang bisa nyampe 3 minggu selama tidak menimbulkan efek samping lain yg tidak membahayakan kesehatan misal jadi anemia dan tidak ada nyeri berlebih Insya Alloh gapapa.
    Demikian semoga membantu.

    BalasHapus
  17. hallo mba, nanya donk, saya pake copper t dan sudah berjalan 8 tahun 1 bulan, saya takut pas pasang lagi... kmrn pas di usg posisi iudnya masih bagus, cuman untuk terakhir ini saya merasakan tidak banyak pelumas keluar, n saya ngerasa sakit ketika ml, apakah ada pengaruh dari 8 tahun iud saya? batas maximal copper t itu berapa tahun ya mba? terimakasih mbaaa :)

    BalasHapus
  18. @ endahsw, mohon maaf sekali baru bisa membalas sekarang.
    Mba say, batas maximal copper t 10 tahun tetapi sebaiknya dilepas maksimal pada tahun ke 8 ini.
    Mengenai sedikit tidaknya pelumas yang keluar pd saat ML, menurut saya tidak ada pengaruh dari IUD ini, faktor dominan yg mempengaruhi cairan pelumas pd saat ML adalah keadaan psikologis kita, yang kedua adalah lama tidaknya foreplay yang dilakukan. Sedikit saja pikiran kita terganggu pada saat akan ML misalnya karena rasa malas, sedih, sakit dll itu akan berpengaruh pd pengeluaran pelumas itu. Demikian juga ketika foreplay utk kita wanita belum maksimal maka cairan pelumas akan sedikit keluar. Jadi saran saya biar cairan pelumas keluar dgn optimal dan ML tidak terasa sakit, siapkan psikologis qt dgn benar-benar mencoba untuk menikmati semua itu,dan apabila ada yang mengganjal sebaiknya dikomunikasikan dgn pasangan.
    Demikian semoga membantu :)

    BalasHapus
  19. Assalamualaikum mba..mau tanya, setelah pelepasan AKDR berapa lama kesuburan akan kembali? dan kapan waktunya untuk mengecek ada/tidaknya benang AKDR? apakah sebulan sekali atau bagaimana? terimakasih

    BalasHapus
  20. Wassalamu'alikum mba say... Dilihat dr profilnya IUD yg tidak mempengaruhi sistem hormonal dalm tubuh, setelah dilepas maka kesuburan akan cepat kembali.
    Setelah pemasangan IUD, klien akan disuruh kontrol pada hari ke-3, seminggu, sebulan, 3 bulan, 1 tahun dan setelah setahun kalo ada keluhan saja.
    Demikian semoga membantu :)

    BalasHapus
  21. Ass mb,mau tanya>>>apakah kita boleh puasa ktk ada flek akibat copper T yg baru d i pasang?soalnya haid br berlalu 2 minggu yg lalu,flek ud 5 hr mb<please jawabannya ya mb

    BalasHapus
  22. Asl. Mba, sy sdh 2th menggunakan kontrasepsi iud. Krn trlalu srg ada pendarahan abnormal dsog memutuskan utk dilepas. 3hr setelah pelepasan sy merasakn skt kepala hebat, mual, muntah, diare, sakit di punggung bwh dan perut bawah serta ada pendarahan, sth diperiksa sy divonis rdg panggul. Apakah mkn infeksi tsb didapatkn saat proses ekstraksi iud yg krg steril? Mhn petunjuk mba Liza. Thx

    BalasHapus
  23. ass. mba saya kb iud setelah 40 hari melahirkan tapi dr di pasang sampai sekarang udah 6 bulan usia bayi saya belum datang bulan juga,cuma setelah di pasang ada flek merah sedikit sampai kurang lebih 2 mingguan.kata orang biasanya kalo d kb iud suka lgsung haid,bagaimana dg saya?

    BalasHapus
  24. Mb.. sy nanya jg blh? Sy g tau pakai iud yg mana.. tp skr udh brjalan 6 thn.. sy msti gmn? Sy ngrasa ad keputihan yg baunya ga sedap, apa itu efek dr iud yg expired?

    BalasHapus
  25. Assalamua'laikum mba ...saya punya ibu yg udh lama pake spiral semenjak adik saya lahir,adik saya umur 13 tahun.belakangan ini Ibu merasa sakit di Perut bagian pusar,rasanya seperti
    ditarik2..dan dirasakan sampai ke vagina..apa semuanya ini akibat pemakaian spiral yg lama,klo ngg salah spiral ibu masanya 8 tahun...mohon jawabannya ya mba...says ucapkan terimakasih banyak....

    BalasHapus
  26. @ Mba Ratnawati Tjakusuma. Wslm. Mba mohon maaf baru dibalas, sehubungan keterbatasan waktu. Iya boleh mba karena flek yang keluar itu bukan darah mens tp darah akibat perlukaan kecil karena adanya IUD yg menempel di dinding rahim. Pada awal pemasangan beberapa perempuan akan mengalami spotting seperti ini, itu adalah normal. Konsultasikan dengan tenaga keshatan terdekat apabila dirasa sangat mengganggu. Demikian semoga membantu :)

    BalasHapus
  27. @ Mba Fitria, mohon maaf baru dibalas sehubungan keterbatasan waktu. Wslm. Bisa saja terjadi pada proses pemasangan IUD yg kurang steril atau pada kondisi dimana sebelum pemasangan sudah ada gejala radang panggul ringan (gejala radang panggul ringan ini seringkali tidak terasa/diabaikan oleh wanita) tp tidak terdeteksi yg kemudian diperparah oleh pemasangan IUD. Demikian semoga membantu.

    BalasHapus
  28. @ Mba bambang, mohon maaf baru dibalas krn keterbatasan waktu yg dimiliki.Wslm. Mba menyusui full ASI tidak? Apabila iya itu tidak jadi masalah, karena perempuan yg menyusui secara full tanpa dibantu dengan sufor secara alami akan mengeluarkan hormon yg menghambat menstruasi. Kecuali klo di campur dengan sufor/nanti ketika bayi sudah diberi makan pd usia 6 bulan belum mendapatkan haid juga sebaiknya mba melakukan pemeriksaan PP test untuk mengetahui apakah hamil atau tidak. Untuk flek yg keluar setelah pemasangan itu wajar seperti yg telah sy jelaskan di balasan komentar Mba Ratnawati. So tenang ya mba, pengalaman saya sendiri juga saya menggunakan IUD dan full ASI baru menstruasi itu pada saat anak saya berusia 9 bulan. Tapi apabila Mba merasa khawatir terus bisa melakukan PP test yg sy sarankan tadi atau datang ke tenaga kesehatan untuk diperiksa lebih lanjut. Demikian semoga membantu.

    BalasHapus
  29. @Mba Laiqa Siti, mohon maaf baru dibalas. Boleh dong mba say ;). Coba lihat lagi kartu KB nya mba, seharusnya ada di situ atau kalau kartu KB nya hilang coba mba datangin lagi tempat mba waktu di pasang IUD, lalu tanyakan disana karena pasti ada medical recordnya.
    Untuk keputihan banyak penyebabnya mba, dan faktor dominan penyebab keputihan adalah hygene kitanya. Untuk IUD yg expired adalah bukan faktor pencetus tetapi bisa jadi faktor yang memperparah. Sebaiknya mba Laiqa datang ke tenaga kesehatan untuk memeriksakan keputihan yg berbau itu karena apabila dibiarkan tidak bagus untuk kesehatan kita. Semoga membantu.

    BalasHapus
  30. @ Mba Kiyya, mohon maaf baru dibalas. Wa'alaikumsalam wr wb. Banyak faktor yg bisa menyebabkan ketidaknyaman yg dirasakan oleh ibu mba. Bisa itu karena radang panggul, posisi IUD yg berubah atau masalah lain yg terjadi pd rahim. Dan memang apabila lebih dari waktu yg ditentukan untuk masa IUD akan berakibat kurang baik. Saya sarankan bawa Ibu mba untuk diperiksa dan dilepas IUD nya. Demikian semoga membantu.

    BalasHapus